Pejabat AS Sebut Gencatan Senjata Iran–Israel Redakan Permusuhan Aktif, Status Konflik Masih Diperdebatkan

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Jakarta | Rajawali Investigasi

Seorang pejabat tinggi Amerika Serikat menyatakan bahwa gencatan senjata antara Iran dan Israel yang mulai diberlakukan pada awal April 2026 telah meredakan permusuhan aktif di lapangan, di tengah masih berlanjutnya perdebatan mengenai status hukum dan politik konflik tersebut di dalam pemerintahan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks penerapan ketentuan War Powers Resolution, yang mengatur batas waktu keterlibatan militer Amerika Serikat tanpa persetujuan Kongres. Sejumlah laporan media internasional, termasuk Reuters, menyebut bahwa otoritas AS menilai berhentinya operasi militer terbuka setelah kesepakatan tersebut dapat memengaruhi penilaian status “hostilities” secara administratif.

Namun demikian, para pejabat dan pengamat menekankan bahwa penilaian tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai berakhirnya konflik secara menyeluruh, mengingat kondisi di lapangan masih dinilai sensitif.

Gencatan senjata tersebut dilaporkan tercapai setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel pada akhir Maret hingga awal April 2026, yang sebelumnya memicu serangkaian aksi saling serang di beberapa wilayah strategis Timur Tengah. Al Jazeera melaporkan bahwa kesepakatan ini dicapai melalui jalur diplomasi tidak langsung dengan melibatkan sejumlah pihak mediasi internasional untuk menahan eskalasi lebih lanjut.

Baca Juga:  Israel Dilaporkan Kirim Iron Dome ke UEA di Tengah Eskalasi Konflik dengan Iran

‎Sementara itu, The Guardian mencatat bahwa sejumlah anggota legislatif di Amerika Serikat masih mempertanyakan implikasi hukum dari gencatan senjata tersebut, khususnya terkait apakah penghentian permusuhan di lapangan dapat secara otomatis mengubah status pelaporan perang oleh pemerintah.

Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan bersama dari pihak-pihak yang terlibat yang secara eksplisit menyatakan bahwa konflik telah berakhir secara permanen. Sejumlah analis menilai situasi masih bersifat dinamis, dengan potensi perubahan tergantung perkembangan implementasi kesepakatan di lapangan.

Pemerintah Amerika Serikat bersama sejumlah pihak internasional menyebut gencatan senjata ini sebagai langkah penting dalam meredakan ketegangan dan membuka ruang bagi proses diplomasi lanjutan di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Reuters, Al Jazeera, The Guardian, Associated Press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PBB Nilai Pertemuan Trump–Xi Belum Hasilkan Terobosan, Dorong Lanjutan Diplomasi Tingkat Tinggi
Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%
Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat
China Desak Peninjauan Mandat UNIFIL di Tengah Eskalasi Ketegangan Lebanon–Israel
‎Pria Asal Kuwait Divonis Bersalah atas Rencana Serangan ke Kedutaan Israel di London
‎Angkatan Laut AS Gandeng Perusahaan AI Domino, Perkuat Deteksi Ranjau di Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
‎Iran Ancam Respons Keras Jika AS Kembali Lakukan Serangan, Ketegangan Kedua Negara Meningkat
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:26 WIB

PBB Nilai Pertemuan Trump–Xi Belum Hasilkan Terobosan, Dorong Lanjutan Diplomasi Tingkat Tinggi

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:35 WIB

Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:17 WIB

Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:10 WIB

China Desak Peninjauan Mandat UNIFIL di Tengah Eskalasi Ketegangan Lebanon–Israel

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:05 WIB

‎Pria Asal Kuwait Divonis Bersalah atas Rencana Serangan ke Kedutaan Israel di London

Berita Terbaru