‎Pengawasan Program MBG Diperkuat, BGN Hentikan Sementara Ribuan SPPG Tak Penuhi Standar

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Rajawali Investigasi

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengawasan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dilakukan melalui pembentukan tim khusus baru. Menurutnya, mekanisme pengawasan telah berjalan melalui struktur internal yang ada di lembaga tersebut.

‎Pernyataan itu disampaikan Dadan usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pemuda Muhammadiyah di Bekasi, Selasa (21/4).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa dalam struktur BGN terdapat beberapa unsur penting, termasuk wakil kepala yang menangani bidang investigasi serta komunikasi publik, hingga deputi yang fokus pada pemantauan dan pengawasan seluruh SPPG di Indonesia.

‎“Secara organik, sistem pengawasan sudah tersedia di dalam BGN. Tidak perlu membentuk tim tambahan karena fungsi tersebut sudah berjalan,” ujarnya.

Selain itu, penguatan pengawasan juga melibatkan inspektorat yang bertugas menindaklanjuti berbagai persoalan teknis di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kualitas program terus meningkat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2026.

‎Dalam rangka pengetatan standar operasional, BGN mengambil langkah tegas terhadap SPPG yang belum memenuhi ketentuan. Dadan menyebutkan, unit layanan yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) akan dihentikan sementara operasionalnya.

‎Tak hanya itu, SPPG yang telah mengajukan sertifikasi namun belum memperoleh SLHS dalam waktu satu bulan juga akan dikenai penghentian sementara hingga persyaratan dipenuhi.
‎Saat ini, sekitar 1.780 SPPG dari total 26.800 unit di seluruh Indonesia tengah dihentikan sementara.

Baca Juga:  DUA DEKADE MENITI BIROKRASI: JEJAK DR. H. DIAN RACHMAT YANUAR, M.SI. HINGGA KURSI BUPATI KUNINGAN

Dadan menegaskan bahwa jumlah tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu singkat seiring proses perbaikan yang dilakukan masing-masing unit.

‎“Angkanya bisa berubah dalam satu hingga dua minggu ke depan, tergantung perkembangan di lapangan,” katanya.

‎Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa Program MBG merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional.
‎

Menurutnya, program ini menyasar sekitar 82,9 juta anak di seluruh Indonesia, sebuah target besar yang membutuhkan proses bertahap dan penyempurnaan berkelanjutan.

‎“Ini bukan pekerjaan mudah. Negara lain mungkin butuh puluhan tahun untuk menjangkau angka sebesar itu, sementara kita baru memulainya. Tentu masih ada kekurangan yang terus kita benahi,” ungkapnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa penutupan sementara terhadap 1.780 SPPG merupakan bentuk tindakan tegas pemerintah dalam menjaga kualitas layanan.

‎“Penutupan itu langkah paling keras yang bisa diambil saat ini demi memastikan standar tetap terjaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zulhas mengajak pihak sekolah untuk aktif memberikan laporan jika menemukan layanan yang tidak sesuai. Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai saluran pengaduan, termasuk call center dan command center, guna mempercepat penanganan setiap laporan yang masuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Lama Bertugas di Satu Kecamatan, Transparansi Riwayat Jabatan Jadi Perhatian
Revitalisasi SDN 1 Kaduela, Wujud Perhatian terhadap Kenyamanan Belajar dan Masa Depan Siswa
Transparansi Anggaran Desa Gereba Jadi Perhatian, Belanja Sistem Informasi Diarahkan untuk Mendukung Pelayanan Publik
DEADLOCK MEDIASI JADI RAPOR MERAH PEMERINTAH: KETIKA GUGATAN MASYARAKAT TAK MAMPU DISELESAIKAN MELALUI DIALOG
Belanja Komunikasi hingga Profil Desa Cilaja Berulang, Anggaran 263,59 Juta Jadi Sorotan
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Lama Bertugas di Satu Kecamatan, Transparansi Riwayat Jabatan Jadi Perhatian

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:02 WIB

Revitalisasi SDN 1 Kaduela, Wujud Perhatian terhadap Kenyamanan Belajar dan Masa Depan Siswa

Berita Terbaru