365 ASN Kemenimipas Dibina di Nusakambangan, 774 Kasus

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Jakarta | Rajawali Investigasi 

Upaya pembenahan internal terus dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dengan membina ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti melanggar disiplin. Sebanyak 365 pegawai telah mengikuti program pembinaan khusus di Pulau Nusakambangan.

Inspektur Jenderal Kemenimipas, Yan Sultra, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan inisiatif baru yang difokuskan bagi ASN yang sebelumnya telah dijatuhi sanksi disiplin. Pembinaan dilakukan untuk membentuk kembali sikap, etika kerja, serta tanggung jawab sebagai aparatur negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Program ini bertujuan memperkuat integritas dan kedisiplinan, sekaligus mendorong perubahan perilaku agar pelanggaran serupa tidak terulang,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).

‎Menurut Yan, pendekatan yang diterapkan tidak semata-mata bersifat penindakan, melainkan juga mengedepankan aspek pembinaan mental. Para peserta merupakan pegawai yang telah melalui proses penjatuhan hukuman disiplin sebelumnya.

Baca Juga:  Jaksa Agung: Majelis Hakim Vonis 9 Terdakwa Kasus Tata Kelola Minyak Pertamina Terbukti Korupsi

‎Di sisi lain, Kemenimipas mencatat jumlah pelanggaran disiplin ASN masih tergolong tinggi. Sejak kementerian tersebut berdiri, terdapat 774 kasus yang telah ditindak.

Dari data wilayah, pelanggaran di sektor imigrasi paling banyak terjadi di Jakarta dengan 69 kasus, sementara di bidang pemasyarakatan tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 52 kasus.

Mayoritas pelanggaran masuk kategori sedang hingga berat, dengan bentuk pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah ketidakhadiran tanpa keterangan atau mangkir dari tugas.

‎Sebagai langkah pencegahan, Kemenimipas terus memperkuat sistem pengawasan internal. Sejumlah strategi diterapkan, mulai dari pengendalian internal yang lebih ketat, pemetaan profil pegawai, hingga pembangunan zona integritas di setiap unit kerja.

‎Yan menegaskan, penegakan disiplin akan dilakukan secara konsisten tanpa pandang bulu. “Ini bagian dari komitmen menjaga kepercayaan publik sekaligus marwah institusi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
DEADLOCK MEDIASI JADI RAPOR MERAH PEMERINTAH: KETIKA GUGATAN MASYARAKAT TAK MAMPU DISELESAIKAN MELALUI DIALOG
Belanja Komunikasi hingga Profil Desa Cilaja Berulang, Anggaran 263,59 Juta Jadi Sorotan
Warga Resah, Desa Susukan Diduga Jadi Titik Peredaran Narkotika, Kades Toto Ciptarasa Terima Laporan dan Keluhan Masyarakat
Dinas Pendidikan dan Bupati Kuningan Digugat! Mediasi Tak Capai Kesepakatan, Perkara Berlanjut ke Persidangan Pokok Perkara
Coffee Morning Kejari Kuningan, Asep Hermansyah: Ruang Komunikasi Penting untuk Menjaga Kondusivitas
Razia Dadakan di Perempatan Oleced, 37 Sepeda Motor Ditindak Satlantas Polres Kuningan dalam Satu Jam
Denda 56,6 Juta Buka Kotak Pandora RS Permata Kuningan, Dugaan Tanpa AMDAL dan Persoalan Izin Sejak 2018 Mencuat, Izin Operasional Kini Jadi Bola Panas Bupati Kuningan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:35 WIB

DEADLOCK MEDIASI JADI RAPOR MERAH PEMERINTAH: KETIKA GUGATAN MASYARAKAT TAK MAMPU DISELESAIKAN MELALUI DIALOG

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:56 WIB

Belanja Komunikasi hingga Profil Desa Cilaja Berulang, Anggaran 263,59 Juta Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Warga Resah, Desa Susukan Diduga Jadi Titik Peredaran Narkotika, Kades Toto Ciptarasa Terima Laporan dan Keluhan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Dinas Pendidikan dan Bupati Kuningan Digugat! Mediasi Tak Capai Kesepakatan, Perkara Berlanjut ke Persidangan Pokok Perkara

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:36 WIB

Coffee Morning Kejari Kuningan, Asep Hermansyah: Ruang Komunikasi Penting untuk Menjaga Kondusivitas

Berita Terbaru