Kuningan | Rajawali Investigasi
Ratusan warga Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, menggelar aksi penyampaian aspirasi pada Senin (20/04/2026). Aksi tersebut memanas karena massa mendesak kepala desa (kuwu) setempat untuk mundur dari jabatannya. Desakan itu muncul akibat berbagai persoalan yang dinilai mencerminkan lemahnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa.
Aksi ini disebut sebagai puncak kekecewaan warga terhadap sejumlah program desa yang dianggap tidak berjalan optimal. Salah satu yang paling disorot adalah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui Forum Masyarakat Kalimanggis Kulon, kritik warga semakin menguat dalam beberapa hari terakhir. Sekretaris forum, Supriyatna, menjelaskan bahwa pengelolaan BUMDes selama ini lebih bersifat administratif tanpa hasil konkret di lapangan. Program peternakan kambing menjadi contoh yang dipersoalkan warga.
“Awalnya ada sekitar 30 ekor kambing, kemudian berkurang jadi 26, turun lagi menjadi 16, hingga akhirnya habis tanpa kejelasan pertanggungjawaban. Ini menunjukkan lemahnya pengelolaan,” ujar Supriyatna.
Selain itu, warga juga mempertanyakan keberadaan dua tower telekomunikasi di wilayah desa yang diduga belum memiliki kejelasan perizinan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengabaikan aspek keselamatan serta kenyamanan lingkungan masyarakat sekitar.
Pengelolaan Dana Desa turut menjadi sorotan karena dinilai kurang transparan dan minim keterbukaan informasi kepada publik. Warga menilai berbagai persoalan tersebut tidak pernah dijelaskan secara utuh oleh pemerintah desa.
“Kami menuntut kejelasan, bukan sekadar janji. Selama ini aspirasi masyarakat tidak pernah benar-benar ditindaklanjuti,” tegasnya.
Warga pun berharap adanya pembenahan menyeluruh dalam tata kelola pemerintahan desa agar lebih akuntabel serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan menyatakan bahwa aspirasi warga telah ditindaklanjuti dan situasi kini mulai kondusif. Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Hamdan Harismaya, menyebut bahwa kepala desa yang bersangkutan telah menyatakan pengunduran diri secara sukarela.
“Alhamdulillah aksi berjalan tertib. Kuwu sudah menyatakan mundur secara legowo, dan saat ini kami sedang melakukan langkah konsolidasi untuk tindak lanjutnya,” jelas Hamdan.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah kecamatan akan segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) kepala desa guna memastikan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
DPMD juga mencatat masih adanya keluhan warga terkait pelayanan di kantor desa, khususnya mengenai jam operasional yang dinilai belum konsisten.***















