‎Perpecahan Internal Lebanon Dinilai Perumit Upaya Mediasi Arab Saudi Terkait Wacana Dialog dengan Israel

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Jakarta | Rajawali Investigasi

Perbedaan sikap di internal kepemimpinan Lebanon dilaporkan masih menjadi faktor yang mempersulit upaya Arab Saudi dalam mendorong kesamaan pandangan terkait wacana pembahasan dengan Israel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Mengutip laporan Reuters pada akhir April hingga awal Mei 2026, yang juga diberitakan sejumlah media internasional, terdapat perbedaan pandangan antara Presiden Lebanon Joseph Aoun, Ketua Parlemen Nabih Berri, serta kelompok Hizbullah dalam menyikapi kemungkinan pembicaraan tersebut.

Presiden Joseph Aoun disebut menunjukkan keterbukaan terhadap opsi dialog terbatas sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan di kawasan perbatasan. Sementara itu, Nabih Berri mengambil sikap lebih berhati-hati dan menolak normalisasi penuh, sedangkan Hizbullah tetap menolak adanya pembicaraan langsung dengan Israel.

Perbedaan pandangan ini membuat Lebanon belum memiliki posisi tunggal dalam merespons dinamika diplomasi yang berkembang di kawasan.

Baca Juga:  UEA Keluar dari OPEC, Goldman Ingatkan Potensi Tekanan Baru di Pasar Minyak Global

‎Di sisi lain, Arab Saudi disebut terlibat dalam upaya diplomatik untuk mendorong adanya pemahaman bersama di antara pihak-pihak terkait di Lebanon. Sejumlah sumber diplomatik yang dikutip Reuters menyebut Riyadh memandang pentingnya konsolidasi sikap internal Lebanon sebelum proses diplomasi lebih lanjut dapat berjalan.

Situasi ini terjadi di tengah ketegangan yang masih berlanjut antara Israel dan Hizbullah, serta upaya internasional menjaga stabilitas melalui mekanisme gencatan senjata yang masih rapuh di wilayah perbatasan Lebanon–Israel. Sejumlah negara kawasan, termasuk Arab Saudi, terus mendorong jalur diplomasi sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan regional.

Sumber: Reuters, The Japan Times, The New Arab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Bangun Infrastruktur Peluncuran Dekat Silo Rudal Nuklir, Tingkatkan Deterrence Strategis
AS Dorong China Tekan Iran untuk Redakan Ketegangan di Kawasan Teluk
China Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB, Wang Yi Bahas Stabilitas Global di New York
Ketegangan Rusia–Eropa Meningkat, EU dan NATO Perkuat Sikap Diplomatik dan Keamanan
‎Quad Perkuat Koordinasi Indo-Pasifik, Isyaratkan Penguatan Blok Strategis Global
PBB Nilai Pertemuan Trump–Xi Belum Hasilkan Terobosan, Dorong Lanjutan Diplomasi Tingkat Tinggi
Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%
Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:42 WIB

China Bangun Infrastruktur Peluncuran Dekat Silo Rudal Nuklir, Tingkatkan Deterrence Strategis

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:33 WIB

AS Dorong China Tekan Iran untuk Redakan Ketegangan di Kawasan Teluk

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:43 WIB

China Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB, Wang Yi Bahas Stabilitas Global di New York

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:32 WIB

Ketegangan Rusia–Eropa Meningkat, EU dan NATO Perkuat Sikap Diplomatik dan Keamanan

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:03 WIB

‎Quad Perkuat Koordinasi Indo-Pasifik, Isyaratkan Penguatan Blok Strategis Global

Berita Terbaru