OTT KPK di Pati: Dugaan Jual-Beli Jabatan Perangkat Desa Seret Bupati dan Tiga Kades

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Petugas KPK mengawal salah satu tersangka usai OTT terkait dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA | Rajawali Investigasi 

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Keempat tersangka masing-masing adalah SDW, serta tiga kepala desa yaitu YON, JION, dan JAN.

Dalam konstruksi perkara, Pemerintah Kabupaten Pati sebelumnya membuka rencana pengisian sekitar 601 formasi perangkat desa yang dijadwalkan pada Maret 2026. Pada tahap inilah dugaan praktik pemerasan terjadi.

SDW diduga meminta sejumlah uang kepada calon perangkat desa dengan rentang nilai sekitar Rp.165 juta hingga Rp.225 juta per orang. Untuk menjalankan pengumpulan dana tersebut, SDW disebut menunjuk YON dan JION sebagai pihak penghubung di lapangan.

Permintaan tersebut juga disertai tekanan, dengan ancaman bahwa formasi jabatan bisa tidak dibuka kembali pada tahun-tahun berikutnya apabila tidak mengikuti ketentuan yang diminta.

Baca Juga:  Kades Brebes Korupsi Dana Desa Rp 977 Juta untuk Judi Online dan Trading, Kejari Ungkap Modusnya

Hingga pertengahan Januari 2026, JION disebut telah mengumpulkan sekitar Rp.2,6 miliar dari sejumlah kepala desa di Kecamatan Jaken. Uang tersebut kemudian dihimpun bersama JAN sebelum diserahkan kepada YON, dan selanjutnya diduga diteruskan kepada SDW.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai sebagai barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Para tersangka disangkakan melanggar ketentuan tindak pidana korupsi terkait pemerasan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, serta ketentuan KUHP terkait.

KPK kemudian menahan para tersangka untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK sejak 20 Januari 2026.

Selain penindakan, KPK menegaskan bahwa upaya pencegahan tetap menjadi fokus, terutama di tingkat pemerintahan desa yang rentan terhadap praktik penyalahgunaan wewenang.

Salah satu program yang terus didorong adalah penguatan tata kelola melalui inisiatif Desa Antikorupsi, yang menekankan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam pengelolaan pemerintahan desa.

 

Sumber: Redaksi | KPK

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
DEADLOCK MEDIASI JADI RAPOR MERAH PEMERINTAH: KETIKA GUGATAN MASYARAKAT TAK MAMPU DISELESAIKAN MELALUI DIALOG
Belanja Komunikasi hingga Profil Desa Cilaja Berulang, Anggaran 263,59 Juta Jadi Sorotan
Warga Resah, Desa Susukan Diduga Jadi Titik Peredaran Narkotika, Kades Toto Ciptarasa Terima Laporan dan Keluhan Masyarakat
Dinas Pendidikan dan Bupati Kuningan Digugat! Mediasi Tak Capai Kesepakatan, Perkara Berlanjut ke Persidangan Pokok Perkara
Coffee Morning Kejari Kuningan, Asep Hermansyah: Ruang Komunikasi Penting untuk Menjaga Kondusivitas
Razia Dadakan di Perempatan Oleced, 37 Sepeda Motor Ditindak Satlantas Polres Kuningan dalam Satu Jam
Denda 56,6 Juta Buka Kotak Pandora RS Permata Kuningan, Dugaan Tanpa AMDAL dan Persoalan Izin Sejak 2018 Mencuat, Izin Operasional Kini Jadi Bola Panas Bupati Kuningan
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:33 WIB

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:35 WIB

DEADLOCK MEDIASI JADI RAPOR MERAH PEMERINTAH: KETIKA GUGATAN MASYARAKAT TAK MAMPU DISELESAIKAN MELALUI DIALOG

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:56 WIB

Belanja Komunikasi hingga Profil Desa Cilaja Berulang, Anggaran 263,59 Juta Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Warga Resah, Desa Susukan Diduga Jadi Titik Peredaran Narkotika, Kades Toto Ciptarasa Terima Laporan dan Keluhan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Dinas Pendidikan dan Bupati Kuningan Digugat! Mediasi Tak Capai Kesepakatan, Perkara Berlanjut ke Persidangan Pokok Perkara

Berita Terbaru