Jaksa Agung: Majelis Hakim Vonis 9 Terdakwa Kasus Tata Kelola Minyak Pertamina Terbukti Korupsi

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Rajawali Investigasi – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis terhadap sembilan terdakwa dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero). Putusan dibacakan dalam persidangan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Februari 2026.

‎Majelis hakim menyatakan seluruh terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam skema penyimpangan tata kelola minyak dari hulu hingga hilir. Praktik tersebut mencakup sejumlah klaster, mulai dari pengelolaan minyak mentah, impor bahan bakar minyak (BBM), hingga pengadaan sewa kapal dan terminal BBM.

‎Sembilan terdakwa yang dijatuhi hukuman dalam perkara ini masing-masing adalah Riva Siahaan, Maya Kusmaya, Edward Corne, Agus Purwono, Sani Dinar Saifuddin, Yoki Firnandi, Dimas Werhaspati, Gading Ramadhan Joedo, serta Muhamad Kerry Adrianto Riza.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Dalam amar putusan, majelis hakim menjatuhkan hukuman bervariasi terhadap para terdakwa, mulai dari 9 tahun hingga 15 tahun penjara. Selain pidana badan, seluruh terdakwa juga dikenakan pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider kurungan 190 hari jika tidak dibayarkan.

Baca Juga:  Kasus ADD 2023–2024 Menggulung Kades Pragaan Daya, Kejari Lakukan Penahanan

‎Beberapa terdakwa dijatuhi hukuman lebih berat, seperti Dimas Werhaspati dan Gading Ramadhan Joedo yang masing-masing divonis 13 tahun penjara. Sementara itu, Muhamad Kerry Adrianto Riza mendapat hukuman paling tinggi, yakni 15 tahun penjara serta kewajiban membayar uang pengganti kerugian negara mencapai Rp.2,9 triliun.

‎Hakim juga menetapkan bahwa apabila uang pengganti tersebut tidak dibayarkan dalam jangka waktu yang ditentukan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka aset para terdakwa dapat disita dan dilelang oleh negara. Jika harta tidak mencukupi, akan diganti dengan tambahan pidana penjara.

‎Dalam putusan tersebut, barang bukti sebagian besar dinyatakan dipergunakan dalam perkara lain, sementara sejumlah aset turut disita untuk kepentingan negara.

‎Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan masih akan mempelajari putusan hakim, terutama terkait perbedaan pada aspek uang pengganti dibandingkan dengan tuntutan awal. Kejaksaan Agung belum memastikan apakah akan mengajukan upaya hukum lanjutan.

Perkara ini menjadi salah satu kasus besar yang menyoroti tata kelola sektor energi nasional, khususnya dalam pengelolaan minyak dan BBM yang melibatkan sejumlah pihak di lingkungan korporasi. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
DEADLOCK MEDIASI JADI RAPOR MERAH PEMERINTAH: KETIKA GUGATAN MASYARAKAT TAK MAMPU DISELESAIKAN MELALUI DIALOG
Belanja Komunikasi hingga Profil Desa Cilaja Berulang, Anggaran 263,59 Juta Jadi Sorotan
Warga Resah, Desa Susukan Diduga Jadi Titik Peredaran Narkotika, Kades Toto Ciptarasa Terima Laporan dan Keluhan Masyarakat
Dinas Pendidikan dan Bupati Kuningan Digugat! Mediasi Tak Capai Kesepakatan, Perkara Berlanjut ke Persidangan Pokok Perkara
Coffee Morning Kejari Kuningan, Asep Hermansyah: Ruang Komunikasi Penting untuk Menjaga Kondusivitas
Razia Dadakan di Perempatan Oleced, 37 Sepeda Motor Ditindak Satlantas Polres Kuningan dalam Satu Jam
Denda 56,6 Juta Buka Kotak Pandora RS Permata Kuningan, Dugaan Tanpa AMDAL dan Persoalan Izin Sejak 2018 Mencuat, Izin Operasional Kini Jadi Bola Panas Bupati Kuningan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:33 WIB

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:35 WIB

DEADLOCK MEDIASI JADI RAPOR MERAH PEMERINTAH: KETIKA GUGATAN MASYARAKAT TAK MAMPU DISELESAIKAN MELALUI DIALOG

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:56 WIB

Belanja Komunikasi hingga Profil Desa Cilaja Berulang, Anggaran 263,59 Juta Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Warga Resah, Desa Susukan Diduga Jadi Titik Peredaran Narkotika, Kades Toto Ciptarasa Terima Laporan dan Keluhan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Dinas Pendidikan dan Bupati Kuningan Digugat! Mediasi Tak Capai Kesepakatan, Perkara Berlanjut ke Persidangan Pokok Perkara

Berita Terbaru